Jumat, 23 Desember 2011

Kampusku, Ceritaku #1



Part I
Talking about my campus means many things to me. It will tell about its history, about my life today and few years ago in Banda Aceh. There where I learned about English deeper, I found how to socialize with the teenagers of Banda Aceh except the students of Islamic Boarding School (next I’ll call it IBS), I understood more about the life of urban students and also the love (I have to be careful for telling this part). :D
Guys, lanjut dengan bahasa nasional aja lah ya?? Hehe. Buat yg dari tadi bertanya-tanya kampus gw, nih gw jelasin deh. Gw kuliah di Universitas Syiah Kuala (USK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Karena factor itu lah, makanya di paragraph pertama gw pake English. Meskipun kemampuan gw masih tak seberapa mana, tapinya gw gak malu buat mengaku bahwa tulisan ini total hasil karya gw (*being proud). :D
Ternyata, sejak tahun 2007 gw kuliah sampai dengan sekarang (*Desember 2011) baru beberapa hari yg lalu gw tahu sejarah kampus gw versi situs resmi. (kira-kira dari sumber lain ada gak ya?? Hehehe). Nah, kalo ngomongin soal USK gak bakalan lepas dari KOPELMA (Kota Pelajar dan Mahasiswa. Gw baru tahu loh kepanjangannya setelah gw buka situs kampus #memalukan) Darussalam yg pembangunannya dimulai pada 17 Agustus 1958 dan pada 2 September 1959, Presiden Soekarno membuka selubung Tugu Darussalam sekaligus meresmikan Fakultas Ekonomi sebagai fakultas pertama di USK. Makanya, gedung USK yg pertama kita lihat setelah memasuki gerbang Kopelma (popular juga dengan simpang gallon) adalah gedung FEUSK. :D
Oke, cukup dulu deh untuk pengenalan USK. Sekarang gw kepengen ngenalin fakultas gw, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, dengan berjibun prodi dan jurusan di dalamnya. Eh, tapi mungkin pada bingung dengan perbedaan prodi dan jurusan ya? Nanti bakalan gw jelasin deh. sekarang gw pengen ngasih tau dulu, kalo FKIP USK tuh berdiri tanggal 20 Juni 1961 (wew, berarti cuma beda dua hari dengan hari lahir gw #ups) dengan empat jurusan pertama yaitu Jurusan Ilmu pendidikan, Jurusan Ekonomi, Jurusan Ilmu hayat, dan jurusan ilmu pasti. Tapi di tahun 1964, Presiden RI pada saat itu memutuskan untuk merubah  FKIP USK menjadi lembaga pendidikan guru yg mandiri. Sehingga berubah menjadi IKIP Bandung cabang Banda Aceh  dan tiga tahun kemudian yaitu di tahun 1967 kembali terjadi perubahan (maklumlah, masih labil. Jadi sering berubah). IKIP Bandung cabang Banda Aceh pun berubah  lagi jadi Fakultas Keguruan dan Fakultas Ilmu Pendidikan di USK. Dua fakultas yg barusan gw sebutin itu tetap eksis sampai tahun 1984 sampai akhirnya dijadikan satu atau istilah orang sekarang di-merger dan jadilah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan hingga saat ini.
Berarti umur FKIP USK di tahun ini sudah setengah abad.
Nah, dari sekian banyak jurusan yg ada di FKIP USK. Gw terdaftar sebagai mahasiswa di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Ternyata, dulunya Pendidikan Bhs. Inggris tuh cuma prodi di bawah Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni. Makanya senior dan alumni sering bilang ketua jurusan saat ini sama aja kaya ketua prodi. Padahal kan hal-hal kaya begini tuh dijelasin di OSPEK. Kenapa gw bisa gak tahu soal itu? Sebabnya gak lain dan gak bukan karena gw gak ikut OSPEK baik di fakultas ataupun di jurusan. #upss
Ketahuan deh kalo gw gak ikut OSPEK. Di postingan berikutnya gw ceritain lagi deh kenapa gw gak ikutan OSPEK dan tentang himpunan mahasiswa di Jurusan gw.

Selasa, 06 Desember 2011

9 dan 10 Muharram


Semalam dan kemarin malam banyak banget sms yg masuk ke hape gw yg tak seberapa mana itu. Isi sms-nya serupa dan senada tentang ajakan untuk berpuasa di tanggal 9 dan 10 Muharram. Kasian banget deh tuh hape dikeroyok sms sampe segitu banyaknya. Padahal hape entuh kan hape yg gak touch screen, gak QWERTY dan masih menggunakan teknologi lumayan djadoel. Tapi biarpun begitu, entuh hape keren banget. Secara waktu di jamannya dia baru2 keluar, gak ada hape selengkap itu (ada mp3, video player, radio, kamera, memori eksternal, dan internet) dengan baterai yg sanggup bertahan sampai dua minggu dan sekarang masih bisa begitu. (clapping hands) salut buat yg beli ni hape n rela ngelungsurin ke gw (towel Khoent). Loh, kenapa jadi bahas hape yg gw pake sih??
Back to the subject.
Tanggal 9 dan 10 Muharram yg pada tahun ini (menurut pemerintah NKRI) bertepatan dengan tanggal 5-6 Desember 2011 membuat sangat banyak umat muslim se-Indonesia saling mengingatkan muslim yg lain untuk melaksanakan puasa sunnah meskipun gak semua yg mengirimkan sms tersebut melaksanakannya. Mungkin pada berpedoman dengan مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ Man dalla ‘ala khoirin fa lahu mitslu ajri fa’ilihi”(Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seberti pelakunya)
Thanks banget buat yg udah capek-capek dan ngerelain bonus sms-nya buat dikirimin ke gw. Secara, gara-gara sms-sms kalian semua ke berjuta-juta nomer di seluruh Indonesia bikin provider mengalami lonjakan traffic data yg tinggi dan bahkan bikin jaringan yg udah lemot menjadi super duper lemot bener #huftt. Dan jadinya malam itu PDKT gw via sms pun terhalang gara-gara selaaaaaaaaaaaaaaaaalu  pending. Eh, koq jadi curcol sih... Fokus, wan. Fokus, fokus, minum teh manis makannya bolu kukus.
Ternyata menurut beberapa situs yg pernah gw baca dan buku-buku pelajaran yg (pernah) gw bongkar. Puasa sunnah 9 dan 10 Muharram itu sejarahnya berkaitan dengan Nabi Musa AS yg menyelamatkan kaumnya dari kejaran Fir’aun pada tanggal tersebut. Nabi Muhammad SAW pun berpuasa hari itu karena menghormati dan mensyukuri kejadian tersebut kemudian menganjurkannya kepada yg lain. Ada juga sejarah yg menyatakan bahwa di tiap tanggal 10 Muharram, semasa hidup Rasulullah selalu memberikan perhatian lebih kepada anak-anak yatim sehingga ada yg menjadikan 10 Muharram sebagai Lebaran Anak Yatim dan banyak santunan yg diberikan pada tanggal tersebut.
Nah, kalo ngomong soal tanggal 10 Muharram gw juga jadi inget sama Tarikh Hadharah Islamiyah (Sejarah Kebudayaan Islam) yg dulu pernah gw  pelajarin tentang kejadian di Karbela ratusan sekitar 1400 tahun yg lalu. Kejadian yg menewaskan Husein bin Ali bin Abi Thalib, cucu Rasulullah Muhammad SAW dan mengakibatkan kemarahan besar pada para pengikutnya dan kemudian menamakan diri mereka Syi’ah. Nah, di tiap tanggal 10 Muharram para kaum Syi’ah selalu memperingati kejadian di Karbela tersebut. Ada yg memperingatinya dengan syukuran, kenduri, dan ekstremnya ada yg melukai diri mereka sendiri hingga berdarah-darah bahkan sampai pingsan. Innalillah... sesuatu yg.. (speechless ceritanya).
Wallahu a’lam bish-showab
Kalo mau baca-baca referensi gw, silahkan cek tautan-tautan berikut:

Senin, 05 Desember 2011

Kamu


Ketika rindu, akan kupandangi fotomu. Karena aku tahu dirimu berjarak denganku. Ketika luang, kusapa dirimu dengan pesan singkat ataupun telpon. Karena aku berusaha untuk mengingat jadwal kegiatanmu.
Di hati dan pikiranku sejak dahulu, kamu tak pernah pindah. Ketika kucoba menggantikannya, ternyata mereka tak bisa mengalahkanmu dalam hati dan pikiranku. Kamu memang menarik bagiku. Tak hanya menarik tapi sangat menarik.
Aku berusaha mencari kabar tentangmu kapan dan bagaimanapun itu. Aku merasa sedikit bersedih ketika kutahu kamu menjalin kasih dengan seseorang. Kucoba hapus kesedihanku dengan kesibukan sehingga aku pun juga menjalin kasih dengan orang lain. Tapi ketika bersama mereka, kamu tetap saja di hati dan pikiranku. Aku memperhatikanmu dari sini dan kuakui itu.
Kalau orang-orang bertanya kepadaku, apakah kita pernah memiliki hubungan khusus. Maka aku akan menjawab tidak, meskipun kuharapkan begitu. Jarak dan kondisi yg memisahkan kita berdua memang kuanggap sebagai hambatan besar. Apalagi aku mengingat bahwa kamu sendiri pernah mengatakan bahwa hubungan jarak jauh melelahkan berdasarkan pengalamanmu. Begitupun pengalamanku, sehingga aku merasakan kelelahan tak hanya fisik tapi juga pikiran.
Ingin aku berjanji, tapi aku selalu mengurungkannya. Aku terlalu sering gagal dalam berjanji dan mengecewakan orang lain. Maka itu aku tak ingin kamu pun kecewa karena janjiku. Karena kamu sangat berarti bagiku.

Kamu, cukup kamu dan hanya kamu. Bila tiada kamu, doakanlah agar aku mendapatkan penggantimu.