Senin, 05 Desember 2011

Kamu


Ketika rindu, akan kupandangi fotomu. Karena aku tahu dirimu berjarak denganku. Ketika luang, kusapa dirimu dengan pesan singkat ataupun telpon. Karena aku berusaha untuk mengingat jadwal kegiatanmu.
Di hati dan pikiranku sejak dahulu, kamu tak pernah pindah. Ketika kucoba menggantikannya, ternyata mereka tak bisa mengalahkanmu dalam hati dan pikiranku. Kamu memang menarik bagiku. Tak hanya menarik tapi sangat menarik.
Aku berusaha mencari kabar tentangmu kapan dan bagaimanapun itu. Aku merasa sedikit bersedih ketika kutahu kamu menjalin kasih dengan seseorang. Kucoba hapus kesedihanku dengan kesibukan sehingga aku pun juga menjalin kasih dengan orang lain. Tapi ketika bersama mereka, kamu tetap saja di hati dan pikiranku. Aku memperhatikanmu dari sini dan kuakui itu.
Kalau orang-orang bertanya kepadaku, apakah kita pernah memiliki hubungan khusus. Maka aku akan menjawab tidak, meskipun kuharapkan begitu. Jarak dan kondisi yg memisahkan kita berdua memang kuanggap sebagai hambatan besar. Apalagi aku mengingat bahwa kamu sendiri pernah mengatakan bahwa hubungan jarak jauh melelahkan berdasarkan pengalamanmu. Begitupun pengalamanku, sehingga aku merasakan kelelahan tak hanya fisik tapi juga pikiran.
Ingin aku berjanji, tapi aku selalu mengurungkannya. Aku terlalu sering gagal dalam berjanji dan mengecewakan orang lain. Maka itu aku tak ingin kamu pun kecewa karena janjiku. Karena kamu sangat berarti bagiku.

Kamu, cukup kamu dan hanya kamu. Bila tiada kamu, doakanlah agar aku mendapatkan penggantimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar