Selasa, 06 Maret 2012

V-ASCA & YSC NAD Peduli Tangse 2012

Pada hari Minggu (4/3), sebanyak 24 unit Yamaha berangkat bareng dari Alfa Scorpii Jambo Tape dengan tujuan Tangse dengan maksud menyerahkan bantuan yg telah digalang dalam beberapa hari sebelumnya. Jam 08:00, briefing dimulai, dibagikan tugas untuk beberapa orang menjadi road captain, voojrider, dan sweeper. Jam menunjukkan 08:15, briefing dan doa selesai. Rombongan berangkat menuju SPBU Aneuk Galong, Aceh Besar untuk mengisi bbm masing-masing unit hingga full tank. Selesai isi bbm, perjalanan dilanjutkan ke Trieng Gadeng untuk menghadiri undangan kenduri di rumah seorang personel V-ASCA.
Oh ya, rombongan yg diceritakan dalam #RRTangse ini merupakan gabungan V-ASCA & YSC NAD.
Sejenak kami berhenti di Sigli. Minum kopi dan menunggu Bro Aditya dari Meulaboh. Setibanya Bro Aditya, kami pun tidak berlama-lama lagi di kedai kopi tersebut. Setibanya di Trieng Gadeng sekitar jam 12:00, rombongan langsung makan siang dan beristirahat sejenak. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Tangse ba'da zuhur.Sepanjang jalan menuju Tangse, banyak kami temui truk, pick-up, bus dan mobil pribadi berisi bantuan untuk korban banjir bandang.



Perjalanan kami pun sempat terhambat karena ada seorang personel V-Asca yg mengalami kerusakan pada unitnya. Unitnya pun terpaksa ditinggal di Trieng Gadeng dan dia pun dibonceng rekan yg lain. Kemudian di jalan Beureunun - Tangse sekitar KM. 30, sebuah jembatan putus. Sehingga semua kendaraan harus menyebrang dengan masuk sungai yg kedalamannya sekitar 50 cm.Setelah menyebrang, ternyata kami disambut dengan hujan hingga kami sampai di posko BNPB. Di posko tersebut kami melakukan koordinasi lokasi hingga diarahkan ke desa Pulo Seunong. Tiba lah kami di lokasi, kami pun bercengkerama dengan warga setempat dan bergabung dengan relawan yg datang lebih dahulu. Bantuan pun kami serahkan, pada saat itu jam sudah menunjukkan 17:00. Kami langsung meninggalkan lokasi dan hujan pun mulai rintik-rintik lagi.
Ketika di jembatan yg putus, ternyata aliran sungai semakin deras. Kami pun mencari cara untuk menyebrang di sungai tersebut. Saat itu, sudah banyak orang berkumpul di sisi sungai untuk menyebrang. Mulai dari roda 2 hingga bus dan truk besar. Di sisi sungai tempat kami berada, banyak kawan2 bikers dari klub dan komunitas lain yg lebih dulu tiba. Mereka juga ingin meninggalkan Tangse dan sedang berunding dengan serius. Rupanya warga sekitar meminta ongkos sebesar Rp. 60.000/unit untuk jasa penyebrangan dengan menggotong motor tersebut. Akhirnya kami pun memutuskan untuk bekerjasama menghadang air sedangkan sisanya menjalankan motor kawan-kawan yg lain membelah sungai. Proses itu pun ternyata menguras waktu dan tenaga. Dari Brothers yg menghadang air ada yg hampir terbawa arus. Termasuk saya sendiri. Sedangkan brothers yg membelah sungai dengan motor pun banyak yg harus dibantu dorongan di tengah sungai. Karena berbagai hal. Disaat itu juga, ternyata kawan-kawan relawan dari Unsyiah ikut bergabung. Karena mereka ingin menyebrangkan motor-motor mereka juga.
Huahh, lelahnya proses itu. Akhirnya selesailah semua motor menyeberang dan kami pun berkumpul lagi dengan rombongan masing2. Saat kami selesai menyeberang, matahari semakin terbenam ke ufuk barat. Rombongan kami pun bergegas meninggalkan lokasi.
Dari Tangse, kami tidak langsung menuju Banda Aceh melainkan ke pasar Beureunuen untuk makan malam dan menunaikan kewajiban masing-masing. Semua makan dengan lahap kecuali yg tidak. Selesai makan malam, Pak Eddie (V-ASCA 001) pun mengusulkan kepada Road Captain untuk mengambil motor anggota yg ditinggal di Trieng Gadeng. RC menyetujuinya dan kembali ke Trieng Gadeng untuk mengawal mobil pick-up (yg juga membawa barang bantuan) untuk mengambil motor tersebut.
Selagi RC dan mobil mengambil unit, kami bergerak menuju Grong Grong, Sigli untuk menunggu. Sebelumnya kami pun ke SPBU. Sesampainya di Grong Grong, beberapa personel permisi untuk kembali terlebih dahulu. Karena ada hal-hal yg tak bisa ditunda. Berangkatlah 5 unit terlebih dahulu dan sisanya menunggu kedatangan mobil penjemput. Ternyata, hujan mulai turun lagi malam itu.
Kami menunggu sambil ngobrol-ngobrol, minum kopi dan makan makanan ringan. Hingga akhirnya mobil yg ditunggu tiba pada jam 22:15. Tidak berlama-lama, kami segera membayar dan bersiap-siap berangkat kembali walaupun hujan. Padahal saat itu semua pakaian telah basah kuyup. Saat itu, saya sendiri melajukan motor sambil menggigil. Hujan masih turun dan kami pun melintasi Gn. Seulawah yg jalannya basah.
Posisi saya yg ada di belakang memudahkan untuk melihat dan menjaga rombongan. Sempat ada beberapa yg slip karena jalan basah. Meskipun sempat slip, untungnya tidak ada yg sampai terjatuh. Rombongan pun melaju dengan kecepatan rata-rata dan tertib. Hingga akhirnya, kami pun sampai di Bundaran Lambaro dan berpisah menuju ke rumah masing-masing. Saat itu menunjukkan pukul 01:00.
Meskipun pulang pergi diguyur hujan. Tapia da kepuasan tersendiri yg penulis rasakan. Kepuasan batin karena menolong sesama dan bisa berbagi kebahagiaan dengan yg lainnya.
Thanks buat semua brothers yg ikut dalam rombongan (V-ASCA & YSC NAD), brothers yg di sungai (BAC, YVC BA, YVC PE, SMC NAD, MARsC), brothers yg berpapasan di jalan (BMC, YVC LW, BYONIC LW), dan masih banyak lagi tapinya terutama untuk PT Alfa Scorpii Jambo Tape. Juga saya sampaikan ribuan maaf apabila dalam twit ini ada kesalahan ataupun keekhilafan dalam penulisan nama, klub, lokasi atau pun yg lainnya.

Regards,
Iwan
YSC NAD 003/ MiLYS 745
#RRTangse #end

Tidak ada komentar:

Posting Komentar